Selasa, 10 Mei 2016

Baiknya Anak Soleh atau Sholehah

Anak merupakan titipan atau amanah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada kita sebagai hambaNya.Allah percaya kepada kita, orangtua akan mampu menjaga dan mendidik anak menjadi Ihsan Al-Kamil, anak sholeh atau sholehah, yang akan menjadi khalifah di bumi untuk selalu beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Baiknya anak sholeh yang identik dengan anak laki-laki atau anak sholehah yang identik dengan anak perempuan sungguh akan bermanfaat bagi dirinya dan orang tuanya . Anak sholeh atau sholehah akan terus mendoakan orang tuanya. Amalan sholehnya akan bermanfaat untuk orang tuanya, meski tidak ia niatkan untuk kirim pahala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ,

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak sholeh yang mendoakannya.” (HR. Muslim )

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لاِبْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِى صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ

“Sesungguhnya yang akan selalu menemani orang beriman adalah ilmu dan kebaikannya. Setelah matinya ada ilmu yang ia ajarkan dan ia sebarkan, begitu pula anak sholeh yang ia tinggalkan, juga ada di situ mushaf yang ia wariskan atau masjid yang ia bangun, atau rumah untuk ibnus sabil yang ia bangun, atau sungai yang ia alirkan, atau sedekah yang ia keluarkan dari hartanya ketika ia sehat dan semasa hidupnya. Itu semua akan menemaninya setelah matinya.” (HR. Ibnu Majah )

Adapun sisi pendalilan bahwa amalan anak yang sholeh / sholehah akan bermanfaat untuk orang tuanya adalah dari ayat,

وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إِلا مَا سَعَى

“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS. An Najm: 39). Di antara yang diusahakan oleh manusia adalah anak yang sholeh atau sholehah. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنْ أَطْيَبِ مَا أَكَلَ الرَّجُلُ مِنْ كَسْبِهِ وَوَلَدُهُ مِنْ كَسْبِهِ

“Sesungguhnya yang paling baik dari makanan seseorang adalah hasil jerih payahnya sendiri. Dan anak merupakan hasil jerih payah orang tua.” (HR. Abu Daud  dan An Nasa’i ). Ini berarti amalan dari anaknya yang sholeh atau sholehah masih tetap bermanfaat bagi orang tuanya walaupun sudah berada di liang lahat karena anak adalah hasil jerih payah orang tua yang pantas mereka nikmati.

Dari sekelumit ulasan kebaikan anak sholeh atau sholehah, maka sungguh besar harapan orang tua bisa mewujudkan generasi-generasi Islam Al-Kamil, Insan Al-Kamil atau Ihsan Al-Kamil, yang mampu mempelajari Islam secara Kaffah , dan sesuai Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam