Senin, 28 Maret 2016

Ikhlas Shodaqoh

     Shadaqoh  berarti suatu pemberian oleh seorang muslim kepada orang lain secara sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu ataupun suatu.pemberian yang.diberikan oleh.seseorang sebagai kebajikan yang mengharap ridho Allah SWT dan pahala semata.
”Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami akan memberi kepadanya pahala yang besar.” (QS An Nisaa : 114).
     Keberkahan, harta dan rezeki yang sedikit akan bisa terasakan mencukupi. Sebaliknya, tanpa keberkahan rezeki yang meskipun banyak akan terasakan sempit dan menyusahkan.
Agar rezeki yang Allah swt berikan kepada kita menjadi berkah, Rasulullah saw mengamanahkan kepada umatnya untuk memperbanyak shodaqoh.
Sabda Rasulullah saw, ” Belilah semua kesulitanmu dengan shodaqoh ” .
Dalam hadis lain, Rasulullah saw menjelaskan, ‘’Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia di bumi. Yang satu menyeru, ‘Ya Tuhanku,karuniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kerena Allah’. Yang satu lagi menyeru.’‘Musnahkanlah orang yang menahan hartanya.
Shodaqoh itu walaupun kecil tetapi amat berharga di sisi Allah swt. Sejatinya orang yang bershodaqoh adalah untuk kepentingan dirinya sendiri, bukan untuk Allah…sekali lagi ..untuk dirinya sendiri, bukan untuk Allah…Allah maha kaya.
Sebab, menginfakkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah, dan sebaliknya menahannya adalah celaka.
     Dari segi bentuknya sendiri, shodaqoh sebenarnya tidak dibatasi pemberian dalam bentuk uang saja, tetapi sejumlah amal kebaikan yang dilakukan seorang Muslim, termasuk shodaqoh ,sebagaimana hadist dari Abu Musa r.a. berkata bahwa Rasulullah saw, “Tiap Muslim wajib bershodaqoh.”
Sahabat bertanya, “Jika tidak dapat?” Nabi menjawab, “ Bekerjalah dengan tangannya yang berguna bagi dirinya dan ia dapat bersedekah “.
Sahabat.bertanya lagi, “Jika tidak dapat,” jawab Nabi, “ Membantu orang yang sangat membutuhkan “.
Sahabat bertanya lagi, “Jika tidak dapat?” Jawab Nabi, “ Menganjurkan kebaikan “.
Sahabat bertanya lagi, “Jika tidak dapat?” Nabi menjawab, “ Menahan diri dari kejahatan , maka itu sedekah untuk dirinya sendiri “.
     Dari penjelasan hadist di atas, shodaqoh tidak harus dengan hanya mengeluarkan sejumlah materi atau uang, tetapi semua amal kebajikan yang dilakukan seorang Muslim, seperti menciptakan kebersihan lingkungan, bersikap santun, memberikan pendidikan agama kepada anak dan istri dan bahkan memberikan senyuman pun adalah sedekah (H.R. Baihaqi).
Bershodaqoh merupakan aktivitas seorang Muslim yang memiliki link sifat keutamaan, karena ketinggian derajat seorang muslim ditentukan oleh sebesar dan sejauh mana ia memiliki kepedulian dan kepekaan sosial kepada Muslim yang lainnya.
Orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan sama pahalanya seperti orang yang melakukannya. (HR. Bukhari)
Tidak akan miskin seseorang dengan bershodaqoh , karena Allah akan menggantinya dengan rezeki yang tidak kita duga…salah satunya adalah kesehatan yang tidak ternilai harganya.
Beri teladan pada generasi / anak-anak kita agar ringan tangan ikhlas bershodaqoh, merupakan pendidikan peduli infaq & shodaqoh.