Kamis, 21 April 2016

Tutup Aib


Menutupi aib orang lain merupakan sikap yang mulia, Ihsan AlKamil. Orang yang berupaya menutupi aib saudara-saudaranya adalah orang yang mulia dan akan mendapatkan keutamaan. Keutamaan yang akan didapatkan ketika menutupi aib orang lain akan menjadikan aib kita ditutup oleh Allah SWT, baik ketika kita di dunia maupun akhirat.
   Setiap orang tidak luput dari aib karena manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Dan, aibnya itu bisa terbuka kapan dan di manapun ia berada. Sikap yang terbaik yang harus kita lakukan saat aib saudara kita terbuka adalah dengan menutupi aibnya dan janganlah menghinanya atas aibnya tersebut
   Rasulullah SAW bersabda, “Dan, barangsiapa yang menutupi (aib) seorang Muslim sewaktu di dunia maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat. Sesungguhnya, Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selama ia menolong saudaranya.” (HR Tirmidzi).
   Rasulullah SAW bersabda, “Siapa melihat aurat (aib orang lain) lalu menutupinya maka seakan-akan ia menghidupkan bayi yang dikubur hidup-hidup.” (HR Abu Daud).
Lebih daripada itu, akan mengantarkan kita masuk ke dalam surga-Nya. Ath-Thabrani meriwayatkan dalam al-Ausath dan ash-Shaghir dengan sanadnya dari Abu Sa’id al-Khudri RA ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang Muslim melihat aurat (cacat) saudaranya lalu menutupinya kecuali pasti akan masuk surga.”
Menjaga kehormatan dan hubungan / silaturahmi persaudaraan dengan saudara kita seharusnya kita bina dan Allah SWT menutupi aib kita, menjaga kehormatan kita, dan memasukkan kita ke dalam surga-Nya