Minggu, 24 April 2016

Marah yang Sabar




Marah merupakan anugerah Allah SWT yang difitrahkan kepada manusia, hewan dan mahluk lainnya. Allah menganugrahi manusia sifat marah, yang salah satu tujuan untuk menguji manusia akan keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. 
Bagaimana kita mampu  menyalurkan amarah ini secara terpuji  atau  disalurkan dengan adab marah yang santun. Sehingga kemarahan kita memiliki tujuan yang bermanfaat bagi orang lain atau lingkungan sekitar. Bisa kita diskripsikan dengan sifat Sabar. Ingat kasih sayang dalam Islam, marah yang sabar, menjadi insan dan  ihsan Alkamil
      Salah satu contoh  marah yang terpuji, misalnya jika ada perbuatan yang bertentangan dengan perintah Allah SWT, seperti perbuatan merusak moral, perbuatan jahat yang dilarang agama maka Rasulullah SAW akan marah. Namun beliau belum pernah memukul pembantu dan wanita dengan tangan beliau, untuk urusan dunia sehari-hari, rasul mencontohkan dan menganjurkan kita untuk lebih banyak bersabar.
‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha ditanya tentang akhlak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka ia menjawab, “Akhlak beliau adalah Al-Qur`ân.” [HR Muslim), Maksudnya berakhlak mulia sesuai Al-Quran, beliau ridha karena keridhaan Al-Qur`ân dan marah karena kemarahan Al-Qur`ân. 
Ajaran untuk bersabar. 
  • Sabar menghadapi cobaan hidup. Seorang datang kepada nabi dan berkata : “Nasehatilah saya!” Rasulullaah bersabda “Janganlah kamu marah!” orang itu berkali-kali meminta nasehat Rasulullaah, tetapi Rasulullaah tetap menjawab dengan “Janganlah kamu marah!” (HR. Bukhari).“Bukanlah orang kuat itu dengan menang bergulat, tetapi orang yang kuat ialah orang sabar yang dapat menguasai dirinya ketika marah”. (HR. Muslim ). 
  • Sabar dalam keluarga : “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.(QS. At Taghabun :14). 
  • Menahan amarah dan memaafkan orang lain. “…Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan” [Ali ‘Imrân : 134]
Manfaat mengendalikan marah.
  • Hubungan link social  tetap baik, karena kita menghindari permusuhan yang berakibat jangka panjang.
  • Mendapatkan bidadari, “Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari Kiamat Allah  akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai” [ HR Ahmad , Abu Dawud , at-Tirmidz].
  • Masuk surga, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada seorang sahabatnya, “Jangan kamu marah, maka kamu akan masuk Surga” [ HR. ath-Thabrani).“Wahai Rosululloh, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka.” Maka Rasulullah bersabda,“Jangan tumpahkan kemarahanmu, niscaya surga akan kau dapatkan.” (HR. Thobrani)

Tips  untuk meredam marah / amarah dalam Islam, antara lain :
  • Berlindung kepada Allah : dari godaan setan. “Dan jika setan datang mengodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui” [Qs. Al A’râf : 200].
  • Ucapkan kalimat-kalimat yang baik, berdzikir, dan istighfar.
  • Diam, tidak mengumbar amarah. “Apabila seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam” [Shahîh. HR Ahmad , al-Bukhâri]. 
  • Tersenyum dalam hati.
  • Berwudhu’.
  • Ubah posisi, “Apabila seorang dari kalian marah dalam keadaan berdiri, hendaklah ia duduk; apabila amarah telah pergi darinya, (maka itu baik baginya) dan jika belum, hendaklah ia berbaring” [HR.  Ahmad, Abu Dawud , dan Ibnu Hibban].
  • Jauhkan hal-hal yang membawa kepada kemarahan, memberikan hak badan untuk beristirahat.
  • Ingat psikologis jelek dari amarah, ingatlah keutamaan orang-orang yang dapat menahan amarahnya.
  • Do'a ketika Marah :”Aku memohon kepada-Mu perkataan yang benar pada saat marah dan ridha” [HR.  Ahmad ,an-Nasâ`i ].