Minggu, 03 Juli 2016

Indahnya Kebersamaan Hari Raya Idul Fitri

Indahnya kebersamaan Hari Raya Idul Fitri. Semua saling memaafkan, saling berbagi memberi kebahagiaan untuk saudara dan keluarganya, berkumpul dalam suasana hati yang fitrah.
Inilah makna hari Raya Idul Fitri, kembalinya hati dalam keadaan suci seperti bayi. Setelah satu bulan kita atau seluruh umat muslim menjalankan kewajiban puasa Ramadhan, dengan menahan hawa nafsu, menahan lapar dan haus dalam niat karena Allah. Mengharap ampunan dan rahmat-Nya untuk mendapatkan r1dho-Nya.
Dalam 12 bulan Allah memberikan satu bulan bagi seluruh hamba-hamba-Nya yaitu bulan Ramadhan. Untuk hamba-hamba-Nya di beri kesempatan memperbaiki amalannnya. Membersihkan hatinya dari penyakit hati dan hawa nafsu yang merusak amalannya. Iya di bulan Ramadhan Allah banyak memberikan keberkahan dan rahmat-Nya. Di lipat gandakan seluruh amal kebaikan, di limpahkan rejeki untuk hidangan buka dan saur bagi hamba nya. Dan keberkahan dan rahmat lainnya...
     Bahkan sebagaian masyarakat kita, pada malam hari raya Idul Fitri dilakukan takbir keliling yang sudah menjadi budaya. Hal ini sesungguhnya merupakan manifestasi kebahagiaan setelah berhasil memenangi ibadah puasa, atau sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kemenangan besar yang kita peroleh setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh.
Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya : “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. ” Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Hiasilah hari rayamu dengan takbir.”
 

Takbir lebaran:
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ
 

Takbir kita tanamkan ke dalam lubuk hati sebagai pengakuan atas kebesaran dan keagungan Allah SWT. Kalimat tasbih kita tujukan untuk mensucikan Allah dan segenap yang berhubungan dengan-Nya. Tidak lupa kalimat tahmid sebagai puji syukur juga kita tujukan untuk Rahman dan Rahim-Nya yang tidak pernah pilih kasih kepada seluruh hambanya. Sementara tahlil kita lantunkan untuk memperkokoh keimanan kita bahwa Dia lah Dzat Yang Maha Esa dan Maha kuasa.
     Insan muslim yang kembali kepada fitrahnya ia akan memiliki sikap yaitu pertama, ia tetap istiqomah memegang agama tauhid yaitu islam, ia tetap akan berkeyakinan bahwa Allah itu maha Esa dan hanya kepadanya kita memohon. Kedua, dalam kehidupan sehari-hari ia akan selalu berbuat dan berkata yang benar,walau kaana murron meskipun perkataan itu pahit. Ketiga, ia tetap berlaku sebagai abid, yaitu hamba Allah yang selalu taat dan patuh kepada perintah-Nya sebagai contoh kita harus menghormati kedua orang tua kita baik orang tua kandung maupun mertua, jikalau sudah meninggal berziarahlah ketempat makam mereka untuk mendoaakan agar dilapangkan kuburannya dan diampuni dosanya.
     Mudah-mudahan berkat ibadah selama bulan Ramadhan yang dilengkapi dengan menunaikan Zakat fitrah, Insya Allah kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrohnya, karena ibadah puasa Ramadhan berfungsi sebagai tazkiyatun nafsi yaitu mensucikan jiwa dan Zakat fitrah berfungsi sebagai tazkiyatul badan, yaitu mensucikan badan, maka setelah selesai ibadah puasa dan menunaikan zakat,seorang muslim akan kembali kepada fitrahnya yaitu suci jiwanya dan suci badanya.
     Insan muslim yang kembali kepada fitrahnya selain sebagai abid (hamba Allah) yang bertakwa, ia juga akan memiliki kepekaan sosial yang tinggi peduli kepada lingkungannya. Itulah beberapa indikator dari gambaran seorang yang kembali kepada fitrahnya setelah selesai menunaikan ibadah shaum Ramadhan sebulan lamanya, dan itu akan tampak pada dirinya setelah selesai puasa ramadhan,mulai hari ini dan seterusnya.
     Kesempatan berlebaran di hari raya yang suci ini, mari kita satukan niat tulus ikhlas dalam sanubari kita, kita hilangkan rasa benci, rasa dengki, rasa iri hati, rasa dendam, rasa sombong dan rasa bangga dengan apa yang kita miliki hari ini. Mari kita ganti semua itu dengan rasa kasih sayang dan rasa persaudaraan. Dengan hati terbuka, wajah yang berseri-seri serta senyum yang manis kita ulurkan tangan kita untuk saling bermaaf-maafan.


                              SELAMAT HARI RAYA ‘IDUL FITRI.

تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ
”Taqobbalallohu minna wa minkum, Shiyamana wa Shiyamakum.
Artinya : “Semoga Alloh menerima amal-amal kami dan kamu sekalian, Puasa kami dan kamu sekalian.
 

Jika ingin melengkapi :

وَجْعَلْنَا اللهُ مِنَ الْعَائِدِينَ وَالْفَائِزِينَ كُلُّ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ
Ja’alanallaahu Minal A’idin wal Faizin,
Artinya: semoga Alloh menjadikan kami dan kamu sekalian termasuk dari orang-orang yang kembali dan sebagai orang yang menang,
 

dapat juga dilengkapi :

كُلُّ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ
Kullu aam wa antum bi khoir
Artinya :Semoga sepanjang tahun dalam keadaan baik-baik
Jika mau mengucapkan Mohon Maaf Lahir Bathin : As-alukal afwan zohiran wa bathinan, Mohon dimaafkan zhohir dan bathin.


تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ وَجْعَلْنَا اللهُ مِنَ الْعَائِدِينَ وَالْفَائِزِينَ    1

----------------------------------------------------------------------------------
2   تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ  كُلُّ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ

-----------------------------------------------------------------------------------
 َتَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ وَجْعَلْنَا اللهُ مِنَ الْعَائِدِينَ وَالْفَائِزِينَ كُلُّ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ   3.